Infografis

Sejarah Desa

Catatan singkat tentang asal usul, perkembangan, dan tonggak penting desa.

Awal Mula Berdirinya Desa Purwajaya

Desa Purwajaya merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Loa Janan. Desa ini terbentuk melalui perpaduan antara penduduk lokal dengan masyarakat transmigran yang datang melalui program transmigrasi pemerintah di bawah koordinasi Kantor Wilayah Transmigrasi dan Koperasi Provinsi Kalimantan Timur.

Nama Purwajaya diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah Transmigrasi dan Koperasi Provinsi Kalimantan Timur, Drs. Suseno, yang pada saat itu menjabat sebagai pimpinan proyek pemukiman transmigrasi. Secara etimologis, nama Purwajaya berasal dari bahasa Sanskerta, yang terdiri dari kata purwa yang berarti "permulaan" atau "yang pertama", dan jaya yang berarti "kemenangan". Dengan demikian, Purwajaya memiliki makna "kemenangan pertama", yang mencerminkan harapan dan semangat para perintis dalam membangun kehidupan baru di wilayah ini.

Masa Perintisan dan Pembukaan Wilayah

Sejarah Purwajaya diawali pada periode tahun 1958 hingga 1960, ketika masyarakat lokal mulai membuka kawasan hutan belantara secara manual sebagai cikal bakal terbentuknya permukiman. Upaya perintisan tersebut dilakukan dengan penuh semangat dan kerja keras dalam kondisi yang serba terbatas.

Pada tahun 1960, pemerintah mulai membangun fasilitas dasar berupa perkantoran dan perumahan sederhana yang terbuat dari kayu bulat dengan atap daun rumbia. Fasilitas tersebut menjadi pusat administrasi dan pelayanan bagi masyarakat yang mulai menetap di wilayah ini.

Pada masa awal pengelolaannya, Unit Pemukiman Transmigrasi dipimpin oleh beberapa Kepala Unit Pemukiman Transmigrasi (KUPT), yaitu:

  1. 1. Drs. Farinusa (Almarhum)
  2. 2. Drs. Sunirman (Almarhum)
  3. 3. Abdul Hamid Bungai (Almarhum)
  4. 4. Bidolah M. Noor (Almarhum)

Program Transmigrasi dan Pertumbuhan Penduduk

Dalam kurun waktu tahun 1961 hingga 1978, wilayah Purwajaya menjadi tujuan penempatan masyarakat transmigrasi dari berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut bertujuan untuk pemerataan penduduk sekaligus pengembangan wilayah baru.

Penempatan transmigran yang tercatat pada masa itu antara lain berasal dari:

  • - Jawa Barat sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK), dipimpin oleh Sulaiman (Almarhum) dan Anan (Almarhum).
  • - Pacitan dan Madiun, Jawa Timur sebanyak 50 KK, dipimpin oleh Atmo Sudiro (Almarhum).
  • - Malang, Jawa Timur sebanyak 50 KK, dipimpin oleh Kacung Samuri (Almarhum).
  • - Program transmigrasi lokal sebanyak 100 KK, dipimpin oleh H. Jamaludin (Almarhum).
  • - Malang, Jawa Timur sebanyak 60 KK, dipimpin oleh Abdul Kadir (Almarhum).
  • - Pati dan Kudus, Jawa Tengah sebanyak 25 KK, dipimpin oleh Kasdi (Almarhum).
  • - Bojonegoro, Jawa Timur, dipimpin oleh Nurhadi (Almarhum) dan Mutado (Almarhum).
  • - Program Transmigrasi Bina Karya dari Jakarta sebanyak 100 KK, dipimpin oleh Sudarsono (Almarhum).
  • - Program Transmigrasi Spontan dari Ciamis, Jawa Barat sebanyak 100 KK, dipimpin oleh Nata Wijaya, Tawirja, dan Sudarsono (Almarhum).

Secara keseluruhan, jumlah warga transmigrasi yang menetap di wilayah Purwajaya mencapai 555 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 1.865 jiwa. Seluruh warga tersebut secara resmi berada di bawah pembinaan Kantor Wilayah Transmigrasi dan menjadi bagian dari masyarakat Purwajaya.

Perkembangan Status Desa

Sejak tahun 1961 hingga tahun 1982, Purwajaya masih berstatus sebagai desa persiapan. Dalam rangka pembentukan pemerintahan desa yang definitif, pada tahun 1980 dilaksanakan pemilihan kepala desa. Pada pemilihan tersebut, Abdul Kadir (Almarhum) terpilih sebagai Kepala Desa dengan Sulaiman (Almarhum) sebagai wakilnya.

Namun demikian, kondisi pemerintahan pada saat itu belum sepenuhnya kondusif sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa persiapan belum dapat berjalan secara optimal.

Pada tahun 1981 kembali dilaksanakan pemilihan kepala desa. Dalam pemilihan tersebut, H. Jamaludin terpilih sebagai Kepala Desa dengan Suganda, S.E. sebagai wakil kepala desa.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 140-670 Tahun 1981 tanggal 14 Oktober 1981, Purwajaya resmi ditetapkan sebagai desa definitif. Penetapan tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 April 1982 dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah pemerintahan Desa Purwajaya.

Kepemimpinan Desa Purwajaya

Setelah resmi menjadi desa definitif, pemerintahan Desa Purwajaya dipimpin oleh H. Jamaludin dengan Usid Rosadi sebagai Sekretaris Desa.

Seiring perjalanan waktu, kepemimpinan Desa Purwajaya telah dijalankan oleh beberapa kepala desa, yaitu:

  1. 1. H. Jamaludin (Almarhum)
  2. 2. Usid Rosadi
  3. 3. Kurniawan
  4. 4. Adi Sucipto

Penutup

Perjalanan panjang Desa Purwajaya merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, dan kerja keras para pendiri, tokoh masyarakat, pemimpin desa, serta seluruh warga yang telah berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan wilayah ini. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan kerja keras yang diwariskan oleh para pendahulu menjadi fondasi penting bagi kemajuan Desa Purwajaya hingga saat ini.

Sejarah Desa Purwajaya bukan hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk terus melanjutkan pembangunan demi mewujudkan desa yang maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.