Berita Desa 16 Juni 2025

Desa Purwajaya Gelar Rembuk Stunting: Kolaborasi untuk Pencegahan dan Penanganan Stunting Anak

Kembali ke berita Dipublikasikan 16 Jun 2025
Desa Purwajaya Gelar Rembuk Stunting: Kolaborasi untuk Pencegahan dan Penanganan Stunting Anak
Purwajaya, 12 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencegah dan menangani stunting pada anak, Pemerintah Desa Purwajaya menggelar pertemuan rembuk bersama bertema "Rembug Stunting: Pencegahan dan Penanganan Stunting", pada Kamis, 12 Juni 2025, bertempat di Balai Pertemuan Umum Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini bukan sekadar seminar biasa, namun merupakan forum diskusi dan koordinasi multisektor yang bertujuan menyatukan persepsi dan komitmen bersama dalam percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.


Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi intervensi yang sudah dilakukan, serta merancang langkah-langkah konkret seperti penguatan posyandu, edukasi gizi ibu hamil dan menyusui, serta pelibatan tokoh adat dan agama dalam sosialisasi stunting.
Melalui kegiatan ini, Desa Purwajaya menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Forum ini diikuti oleh perwakilan dari 8 Posyandu Balita di Desa Purwajaya, 4 Taman Kanak-Kanak (TK) termasuk TK Besar Kecil Gaharu Plus, ibu-ibu PKK, Penyuluh KB, anggota BPD, Ketua KPM, Pendamping Desa dan Pendamping Kecamatan, Koordinator RT, kader BKB, serta tenaga kesehatan dan aparat keamanan dari desa dan kecamatan.
Turut hadir Sekretaris Camat Ibu Min Fiattin, Kepala UPTD Puskesmas Loa Janan Bapak Rusliansyah Efendi, SKM, M.M, Bidan Desa, Babinsa Serka Yardin dan Bhabinkamtibmas AIPDA Zulkipli
Dalam sambutannya, Kepala Desa Adi Sucipto menyampaikan bahwa stunting merupakan isu prioritas yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
“Rembug stunting ini merupakan wadah menyampaikan data, strategi, serta aksi nyata yang perlu dilakukan bersama. Kita ingin semua anak di Desa Purwajaya tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujar Adi Sucipto.
Isi Pembahasan Stunting
Dalam forum ini dibahas secara mendalam pengertian stunting sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Kepala UPTD Puskesmas menjelaskan bahwa stunting bukan hanya terlihat dari tinggi badan yang pendek, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak anak, daya tahan tubuh yang lemah, dan risiko penyakit di masa dewasa.
Pembahasan juga menyentuh pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi, serta peran aktif Posyandu dalam memantau tumbuh kembang anak. Selain itu, dibahas strategi penanganan stunting secara terintegrasi melalui edukasi keluarga, pendampingan ibu hamil, sanitasi lingkungan, dan koordinasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Forum ini menghasilkan sejumlah komitmen bersama, di antaranya peningkatan frekuensi sosialisasi gizi ke keluarga, pelatihan kader Posyandu dan BKB, serta sinergi antara pemerintah desa dan puskesmas untuk intervensi langsung terhadap kasus anak berisiko stunting.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Desa Purwajaya yang bebas stunting dan lebih siap membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
Kepala UPTD Puskesmas Loa Janan, Bapak Rusliansyah Efendi, SKM, M.M, menambahkan pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita, pola gizi seimbang, serta peran keluarga dalam memastikan anak-anak tidak mengalami kekurangan gizi kronis.


Bapak Rusliansyah Efendi, SKM, M.M, juga turut memberikan materi penting yang berjudul “Tantangan dan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting dan Masalah Gizi.” Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa peran keluarga khususnya orang tua menjadi kunci utama dalam upaya mencegah stunting sejak dini. Ia menyampaikan bahwa masih banyak keluarga yang belum sepenuhnya memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, dan kebiasaan hidup bersih.
Beliau juga mengulas beberapa tantangan yang umum dihadapi di masyarakat, seperti minimnya pengetahuan gizi, akses terbatas terhadap makanan bergizi, serta kebiasaan pemberian makanan instan pada balita. Untuk mengatasi hal ini, keluarga harus menjadi aktor aktif dalam menjaga tumbuh kembang anak, mulai dari pemenuhan gizi selama masa kehamilan hingga pemantauan berat dan tinggi badan anak secara rutin melalui Posyandu.
Materi ini mendapat respons positif dari peserta yang merasa terbantu dengan informasi praktis yang disampaikan, dan semakin menyadari bahwa pencegahan stunting memang harus dimulai dari rumah.
Selain itu, Ahli Gizi dari Puskesmas Loa Janan, Ibu Dewi Safarina, A.MG, juga berkesempatan menyampaikan materi mengenai “Strategi Pemenuhan Gizi Seimbang untuk Mencegah Stunting.” Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pemberian makanan bergizi sesuai usia anak, mulai dari bayi hingga balita, termasuk ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, serta kebiasaan makan yang sehat di lingkungan keluarga.
Ibu Dewi juga menjelaskan bahwa banyak kasus stunting disebabkan bukan karena ketiadaan makanan, melainkan kurangnya pengetahuan tentang komposisi gizi dan pola makan yang sesuai. Ia memberikan panduan sederhana tentang penyusunan menu harian untuk balita dan ibu hamil, serta mengingatkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat untuk mendukung penyerapan gizi secara optimal.
Materi ini memberikan pemahaman praktis bagi peserta, khususnya ibu-ibu PKK, kader Posyandu, dan guru TK, agar dapat langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas gizi keluarga. Sinergi semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat dan kuat.
#AksiCegahStunting #KeluargaTangguhTanpaStunting

Berita Lainnya

Bacaan terkait dari desa

Artikel lain yang masih relevan dengan agenda dan informasi terbaru desa.

Lihat semua berita
Lembaga Adat Desa Purwajaya
Berita Desa 03 Apr 2026
Artikel publik

Lembaga Adat Desa Purwajaya

Lembaga Adat Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan – Kabupaten Kutai Kartanegara Pengertian Lembaga Adat Desa adalah lembaga kemasyarakatan yang memiliki fungsi untuk menjaga, melestarikan, dan mengem...

Baca selengkapnya