Berita Desa 03 April 2026

Meriahnya Lomba Bedug Sahur: Tradisi yang Terus Dilestarikan

Kembali ke berita Dipublikasikan 03 Apr 2026
Meriahnya Lomba Bedug Sahur: Tradisi yang Terus Dilestarikan
Lomba Bedug Sahur yang diadakan di Masjid Al-Hidayah ini menampilkan berbagai tim dari desa-desa se-Kecamatan Loa Janan. Setiap tim hadir dengan semangat dan kreativitas tinggi, membawa bedug dengan desain unik serta pakaian seragam yang mencerminkan identitas masing-masing kelompok.
Sejak sore hari, para peserta sudah mulai berdatangan dan mempersiapkan perlengkapan mereka. Ada yang membawa bedug dengan ornamen khas, ada juga yang menambahkan unsur seni tradisional dalam penampilan mereka. Saat malam tiba, suasana semakin meriah dengan gema suara bedug yang menggema di seluruh area Masjid Al-Hidayah.
Setiap tim diberikan kesempatan untuk menunjukkan keterampilan mereka dalam memainkan bedug sahur, mengkombinasikan tabuhan yang harmonis dengan yel-yel semangat khas Ramadhan. Penampilan mereka dinilai oleh juri berdasarkan beberapa kriteria, seperti:
✅ Kreativitas Tabuhan – Inovasi dalam pola tabuhan bedug yang unik dan menarik.✅ Kekompakan Tim – Koordinasi antara anggota tim dalam menampilkan atraksi.✅ Kostum dan Aksesoris – Keserasian busana dan hiasan bedug sebagai daya tarik visual.✅ Semangat dan Ekspresi – Antusiasme dan semangat dalam membangunkan sahur dengan bedug.
Para juri yang terdiri dari tokoh masyarakat dan ulama setempat tampak antusias menyaksikan setiap penampilan peserta. Sorak-sorai warga yang hadir menambah semaraknya suasana, menjadikan acara ini sebagai hiburan sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga tradisi Islam.
Kemeriahan Festival Ramadhan 1446 H di Masjid Al-Hidayah
Selain Lomba Bedug Sahur, Festival Ramadhan di Masjid Al-Hidayah juga menghadirkan berbagai kegiatan religius dan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan suci.
Kepala Desa Purwajaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah mendukung acara ini.
"Lomba Bedug Sahur ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari upaya kita dalam menjaga tradisi Islami dan mempererat silaturahmi antarwarga di Kecamatan Loa Janan. Festival Ramadhan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang untuk memperkuat nilai-nilai Islam di tengah masyarakat," ujarnya.
Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Festival Ramadhan
Salah satu yang menarik dari Festival Ramadhan ini adalah tingginya partisipasi masyarakat. Tidak hanya peserta lomba, tetapi juga warga sekitar turut serta dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.
Para ibu-ibu dari majelis taklim setempat terlihat sibuk menyiapkan takjil dan makanan berbuka puasa, sementara anak-anak dengan penuh antusias mengikuti berbagai perlombaan yang disediakan. Remaja masjid juga aktif dalam membantu jalannya acara, mulai dari teknis perlombaan hingga mendokumentasikan kegiatan untuk media sosial desa.
Salah satu warga Dusun Mekar Beringin Jaya, mengungkapkan kebanggaannya terhadap acara ini."Kami sangat senang dengan adanya Festival Ramadhan seperti ini. Anak-anak bisa belajar tentang agama dengan cara yang menyenangkan, dan kami sebagai orang tua merasa bangga bisa ikut serta dalam kegiatan keagamaan seperti ini," katanya.
Harapan untuk Festival Ramadhan di Tahun-Tahun Mendatang
Dengan suksesnya kegiatan ini, Pemerintah Desa Purwajaya berencana untuk terus mengembangkan Festival Ramadhan di tahun-tahun mendatang. Beberapa rencana yang diusulkan untuk memperbesar skala acara ini antara lain:
✅ Meningkatkan Jumlah Peserta – Mengundang lebih banyak tim dari desa-desa lain untuk berpartisipasi dalam lomba.✅ Menambahkan Kategori Perlombaan – Mengembangkan jenis perlombaan, seperti lomba azan, cerdas cermat Islam, dan hadrah.✅ Menghadirkan Pembicara Nasional – Mengundang ulama atau tokoh Islam terkenal untuk mengisi tausiah dan kajian.✅ Meningkatkan Kegiatan Sosial – Menyediakan lebih banyak bantuan dan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan dukungan dari masyarakat dan pihak terkait, Festival Ramadhan di Masjid Al-Hidayah ini diharapkan bisa menjadi ikon kegiatan keislaman di Kecamatan Loa Janan dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kesimpulan: Semarak Ramadhan yang Penuh Makna
Festival Ramadhan 1446 H di Masjid Al-Hidayah, Desa Purwajaya, bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi momentum penting dalam menjaga tradisi Islam, mempererat ukhuwah, dan menanamkan nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat.
Lomba Bedug Sahur menjadi salah satu sorotan utama dalam festival ini, dengan peserta dari berbagai desa menampilkan kreativitas dan semangat dalam membangunkan sahur dengan cara yang unik. Selain itu, berbagai kegiatan seperti lomba tilawah, tausiah, dan santunan anak yatim menambah keberkahan acara ini.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, diharapkan Festival Ramadhan ke depan dapat berkembang lebih besar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kecamatan Loa Janan.
Semoga semangat Ramadhan yang penuh berkah ini terus menyatukan hati kita dalam kebaikan dan kebersamaan. 🌙✨

Berita Lainnya

Bacaan terkait dari desa

Artikel lain yang masih relevan dengan agenda dan informasi terbaru desa.

Lihat semua berita